<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sudut kecil ruangku</title>
	<atom:link href="http://ferryhardono.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ferryhardono.wordpress.com</link>
	<description>kumpulan catatan eksplorasi kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2011 08:26:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ferryhardono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sudut kecil ruangku</title>
		<link>http://ferryhardono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ferryhardono.wordpress.com/osd.xml" title="sudut kecil ruangku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ferryhardono.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tragedi Semanggi I</title>
		<link>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/08/31/tragedi-semanggi-i/</link>
		<comments>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/08/31/tragedi-semanggi-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 17:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferryhardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[matari]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[reformis]]></category>
		<category><![CDATA[semanggi]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferryhardono.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm &#8230; lagi bongkar2 gudang, tiba-tiba jatuh selembar kertas entah dari mana. Pas saya lihat, saya langsung tersenyum sendiri. Dan ingatan pun melayang ke sebuah masa, dimana sebuah peristiwa penting tengah terjadi di negara ini. Tepatnya, sebuah persitiwa yang lebih dikenal dengan Tragedi Semanggi I. Yup &#8230; sebuah peristiwa yang menjadi salah satu tonggak sejarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=62&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm &#8230; lagi bongkar2 gudang, tiba-tiba jatuh selembar kertas entah dari mana. Pas saya lihat, saya langsung tersenyum sendiri. Dan ingatan pun melayang ke sebuah masa, dimana sebuah peristiwa penting tengah terjadi di negara ini. Tepatnya, sebuah persitiwa yang lebih dikenal dengan <strong>Tragedi Semanggi I</strong>.</p>
<p>Yup &#8230; sebuah peristiwa yang menjadi salah satu tonggak sejarah bergulirnya reformasi di negara ini .. emmm &#8230; tahun 1996? Atau 1997 &#8230;? Saya lupa persisnya. Tapi yang pasti, saya ingat siapa saja orang-orang yang digambarkan di karikatur tersebut. Yaitu rekan-rekan kerja di Matari Advertising: <strong>Kang Iding Sunadi (IDS)</strong>, <strong>Mbak Yovita (YOM)</strong>, <strong>Mas Bambang Bargowo (ABB)</strong> dan saya sendiri &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gimana cerita detilnya? Insya Allah andai nanti ada kesempatan, akan saya ceritakan secara detil. Yang pasti, begitu banyak pengalaman yang takkan terlupakan dalam hidup kami, mulai dari sore hingga menjelang tengah malam.<br />
Salah satunya adalah, pengalaman merasakan moncong M16 tertuju ke badan saya &#8230; dalam jarak tak lebih dari semeter saja  <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sementara ini, silakan nikmati gambar karikatur yang dibikin oleh salah satu rekan kerja kami, yaitu Mas <strong>Lily Edi Suprianto (LES)</strong>, yang dibuat secara spontan oleh Beliau setelah mendengar cerita kami  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>.</p>
<p><a href="http://ferryhardono.files.wordpress.com/2008/08/tragedi-semanggi-i.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-61" src="http://ferryhardono.files.wordpress.com/2008/08/tragedi-semanggi-i.jpg?w=497" alt=""   /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferryhardono.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferryhardono.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferryhardono.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferryhardono.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=62&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/08/31/tragedi-semanggi-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c024040fd4097a288bad084ccd4be7f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferryhardono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferryhardono.files.wordpress.com/2008/08/tragedi-semanggi-i.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Abah, kembalikan tangan Ita &#8230;</title>
		<link>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/abah-kembalikan-tangan-ita/</link>
		<comments>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/abah-kembalikan-tangan-ita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 20:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferryhardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferryhardono.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar -meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci. Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas buaian yang dibeli bapanya,ataupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=8&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Sepasang suami isteri &#8211; seperti pasangan lain di kota-kota besar -meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci. Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas </span><span id="more-8"></span><span>buaian yang dibeli bapanya,ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya&#8230; kerana mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas.Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu bapak dan ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada perayaan Thaipusam. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah. Pulang petang itu, terkejut pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, &#8220;Kerjaan siapa ini?&#8221; Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan &#8216;Tak tahu&#8230; !&#8221; &#8220;kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?&#8221; hardik si isteri lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata &#8220;Ita yg membuat itu abahhh.. cantik </span><span>kan</span><span>!&#8221; katanya sambil memeluk abahnya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 pada telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pembantu rumah mengadu. &#8220;Oleskan obat saja!&#8221; jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. &#8220;Ita demam&#8230; &#8221; jawap pembantunya ringkas. &#8220;Kasih minum panadol<span>  </span>,&#8221; jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar<span>  </span>pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. &#8220;Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap&#8221; kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Doktor mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>&#8220;Tidak ada pilihan..&#8221; katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong kerana gangren yang terjadi sedah terlalu parah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>&#8220;Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah&#8221; kata doktor. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar madandatangani </span><span>surat</span><span> persetujuan pembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.<span>  </span>&#8220;Abah.. Mama&#8230; Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau abah pukul. Ita tak mau jahat. Ita sayang abah.. sayang mama.&#8221; katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. &#8220;Ita juga sayang Kak Narti..&#8221; katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris. &#8220;Abah.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti?<span>   </span>Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,&#8221; katanya berulang-ulang. Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>*&#8221;jika tidak dapat apa yang kita suka&#8230;belajarlah utk menyukai apa yang kita dapat..&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> *SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl ThiNgs &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="center">oooOooo</p>
<p class="MsoNormal" align="center">&nbsp;</p>
<div align="left"><i>Satu lagi kisah yang bener-bener menyentuh hingga bisa merubah 180 derajat sikap saya menghadapi  &#8216;kenakalan&#8217; sang buah hati di rumah.<br />
Saya sendiri bukan tipe  ayah yang &#8216;ringan tangan&#8217; saat menghukum anak. Walau sesekali jujur saya akui, terutama pada saat kemarahan sudah memuncak, saya terkadang suka menjewer atau menyentil tangan anak saya. Pelan &#8230; tapi sudah cukup menimbulkan pancaran ketakutan yang amat sangat di matanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</i></div>
<div align="left"><i> </i></div>
<div align="left"><i>Tapi sejak membaca cerita ini, total saya berhenti menghukum anak secara fisik, betapa pun kenakalan yang dibuatnya. Begitu luar biasanya cerita ini bisa mengubah perangai saya dalam menghadapi si kecil di rumah. </i></div>
<div align="left"><i> </i></div>
<div align="left"><i>Sesaat setelah membaca cerita ini, saya pandangi putri tercinta yang tengah tertidur. Saya berbaring di sisinya &#8230; dan saya peluk erat. Saya cium keningnya, sambil meminta maaf atas segala &#8216;ketakutan&#8217; dan &#8216;teror&#8217; yang pernah dia  alami dari saya &#8230;.</i></div>
<div align="left"><font color="#ffff99"><i>&#8220;Tidurlah &#8230; tidur &#8230; bidadari kecilku &#8230;&#8221;</i></font></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"><i></i><i>ps:<br />
Cerita ini saya dapat dari milis MM-UGM, kira-kira sekitar 1-2 tahun lalu. Konon merupakan kisah nyata di negeri jiran, Malaysia. Sayangnya, sekali lagi, tidak tertera sumber asli penulis kisah yang luar biasa ini &#8230;. </i></div>
<div align="left"><i> </i></div>
<div align="left"><i></i></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferryhardono.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferryhardono.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferryhardono.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferryhardono.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=8&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/abah-kembalikan-tangan-ita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c024040fd4097a288bad084ccd4be7f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferryhardono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Bocah Penjual Kue Jajanan &#8230;</title>
		<link>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/kisah-bocah-penjual-kue-jajanan/</link>
		<comments>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/kisah-bocah-penjual-kue-jajanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 19:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferryhardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[duit]]></category>
		<category><![CDATA[emak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[mengemis]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/kisah-bocah-penjual-kue-jajanan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.&#8221;Abang mau beli kue?&#8221; Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.&#8221;Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,&#8221; jawab saya ringkas dan akhirnyadia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=7&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div> Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.&#8221;Abang mau beli kue?&#8221; Katanya sambil tersenyum. Tangannya  segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.&#8221;Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,&#8221; jawab saya ringkas dan akhirnyadia berlalu. Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudiansaya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu, dan dia berlalu begitu saja.&#8221;Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?&#8221; tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya lagi.<span id="more-7"></span>&#8220;Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,&#8221; kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran.<br />
Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, &#8220;mau beli kue saya Bang, Pak&#8230; Kakak,&#8230; Ibu.&#8221; Halus budi bahasanya pikir saya.Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.</p>
<p>Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat saya  menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas senyumannya.</p>
<p>&#8220;Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang,&#8221; katanya sopan sekali, sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.</p>
<p>Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya.</p>
<p>&#8220;Ambil ini Dik! Abang sedekah&#8230; Tak usah Abang beli kue itu.&#8221; Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya.</p>
<p>Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil anak itu.</p>
<p>&#8220;Kenapa Bang, mau beli kue ya?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!&#8221; kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.</p>
<p>&#8220;Bang, saya tak bisa ambil duit itu.. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.<br />
Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!&#8221; katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.</p>
<p>&#8220;Abang mau beli semua ?&#8221; dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata.</p>
<p>&#8220;Rp 25.000,- saja Bang&#8230;.&#8221; Dengan gembira dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.</p>
<p>Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?  Sesungguhnya saya kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya &#8230;.</p></div>
<div></div>
</div>
<div align="center">oooOoo</div>
<div><i>Ini salah satu cerita yang benar-benar menyentuh buat saya pribadi, yang menyadarkan saya betapa selama ini saya memandang tujuan adalah segalanya. Mungkin tidak sampai menghalalkan segala cara, tapi terkadang terpaksa harus mengorbankan satu atau beberapa hal-hal lainnya &#8230;</i></div>
<div><i><br />
Cerita ini saya sadur dari salah satu milis, hanya sayangnya tidak dituliskan nama penulis aslinya. Jadi mohon maaf untuk penulis kisah yang luar biasa ini. </i></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferryhardono.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferryhardono.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferryhardono.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferryhardono.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=7&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/kisah-bocah-penjual-kue-jajanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c024040fd4097a288bad084ccd4be7f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferryhardono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awal sebuah perjalanan &#8230;</title>
		<link>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/awal-sebuah-perjalanan/</link>
		<comments>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/awal-sebuah-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 18:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ferryhardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[batin]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[maudrey]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[tozzy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/awal-sebuah-perjalanan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir setahun lebih mengenal wordpress untuk urusan &#8216;dapur&#8217; (lihat tozzy dan maudrey), kok rasanya ada &#8216;letupan-letupan kecil&#8217; dalam hati dan pikiran yang tidak bisa tersalurkan. Maka akhirnya saya putuskan untuk bikin satu blog lagi, sebagai sarana penyaluran dari semua luapan rasa yang selama ini cuma bisa mengendap di dalam pikiran. Bentuknya bisa jadi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=5&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir setahun lebih mengenal wordpress untuk urusan &#8216;dapur&#8217; (lihat <a href="http://www.tozzy.co.cc" title="Tozzy Modification" target="_blank">tozzy </a>dan <a href="http://maudrey.wordpress.com" title="MAUDREY Garage Sale" target="_blank">maudrey</a>), kok rasanya ada &#8216;letupan-letupan kecil&#8217; dalam hati dan pikiran yang tidak bisa tersalurkan. Maka akhirnya saya putuskan untuk bikin satu blog lagi, sebagai sarana penyaluran dari semua luapan rasa yang selama ini cuma bisa mengendap di dalam pikiran. Bentuknya bisa jadi dari apa yang saya lihat, rasakan dan alami sehari-hari &#8230; tapi tak tertutup kemungkinan pula hasil dari kontemplasi kehidupan orang lain. Selama itu bisa memperkaya khasanah batin (minimal buat saya sendiri), Insya Allah, bisa ditemukan di blog yang sederhana ini &#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferryhardono.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferryhardono.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferryhardono.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferryhardono.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferryhardono.wordpress.com&amp;blog=3020700&amp;post=5&amp;subd=ferryhardono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferryhardono.wordpress.com/2008/02/29/awal-sebuah-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c024040fd4097a288bad084ccd4be7f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ferryhardono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
